PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP SENSITIVITAS NEUROPATI PERIFER PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI PUSKESMAS MANGASA KOTA MAKASSAR

  • Mutmainnah Haris
  • Indirawati .
  • Muhammad Askar

Abstract

Abstrak : Senam kaki diabetik adalah kegiatan yang dilakukan untuk melancarkan peredaran darah, memperkuat otot-otot kecil dan mencegah terjadinya luka pada kaki. Neuropati perifer merupakan salah satu komplikasi mikrovaskuler dari DM (Diabetes Melitus) yang terjadi pada bagian perifer dan menimbulkan kerusakan fungsi saraf. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap sensitivitas neuropati perifer pada penderita diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Mangasa Kota Makassar. Metode penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian one group pre and post test design tanpa kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan 21 subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Lembar observasi dan Monofilament 10 g. senam kaki diabetik ini dilakukan setiap hari selama 4 minggu. Cara pengolahan data dengan Nonparametric tests (uji wilxocon signed ranks test). Hasil uji statistik didapatkan (p=0,000< 0,05). Dari hasil penelitian selama 4 minggu didapatkan bahwa senam kaki diabetik secara signifikan mempengaruhi sensitivitas neuropati perifer pada penderita diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Mangasa Kota Makassar

References

American Diabetes Association. (2017). Pengaruh Senam Kaki Terhadap Penurunan Resiko Neuropati Perifer Dengan Skor Diabetik Neuropathy Examination Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sibela Kota Surakarta. Jurnal Keperawatan Global, 3, 62-111.

American Diabetes Association. (2017). Statistics About Diabetes. Dipetik April 11, 2018, dari www.diabetes.org/diabetes-basics/statistic/

Bilous, R., & Donelly, R. (2015). Buku pegangan diabetes. Jakarta: Bumi Medika.

Budijanto, S. (2015). Pusdatin. Retrieved from Kemkes RI: http://www.risbinkes.litbang.depkes.go.id/2015/wp-concent/uploads/2013/02/SAMPLING-DAN-BESAR-SAMPEL.pdf

Committee, B. C. (2014). Procedure: Monofilament Testing for Loss of Protective Sensation of Diabetic/Neurophatic Feet for Adults & Children.

Damayanti, S. (2015). Diabetes melitus dan penatalaksanaan keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Endriyanto, E., Hasneli, Y., & Dewi, Y. I. (2013). Efektifitas Senam Kaki Diabetes Melitus Dengan Koran Terhadap Tingkat Sensitivitas Kaki Pada Pasien DM Tipe 2.

Hidayat, A. A. (2017). Metodologi Penelitian Keperawatan dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Hutapea, Faisal S; Kembuan, Mieke A.H.N; P.S, Junita Maja. (2016). Gambaran KLinis Neuropati Pada Pasien Diabetes Melitus Di Poliklinik Neurologi RSUP Prof. D.r R. D. Kandou Periode Juli 2014-Juni 2015. Jurnal e-Clinic.

International Diabetes Federation. (2015). Online Version Of Diabetes Atlas Seventh Edition 2015. Dipetik Februari 10, 2018, dari http://oedg.at/pdf/1606 IDF Atlas 2015 UK.pdf

International Diabetes Federation. (2017). Online Version Of Diabetes Atlas Eight Edition 2015. Dipetik Februari 10, 2018, dari http://diabetesasia.org/content/diabetes guildelines/IDF guidelines.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Dipetik Februari 14, 2018, dari Riset Kesehatan Dasar (Riskedas): http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013

Notoadmodjo. (2015). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Novitasari, R. (2012). Diabetes melitus. Yogyakarta: Nuha Medika.

Nuari, N. A. (2017). Strategi manajemen edukasi pasien diabetes melitus . Sleman: Deepublish.

Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis. Jakarta: Salemba Medika.

Prasetyorini, D. A. (2015). Pengaruh latihan senam diabetes melitus terhadap resiko terjadinya ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di desa rambipuji kecamatan rampipuji kabupaten jember.

Priscilla., Burke, K., & Bauldoff, G. (2015). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah (Medical-Surgical Nursing: Critical Thinking In Patient Care). Jakarta: EGC.

Ratnawati, D. I., & Insiyah. (2015). Pengaruh Senam Kaki Terhadap Penurunan Resiko Neuropati Perifer Dengan Skor Diabetic Neuropathy Examination Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sibela Kota Surakarta. 89.

Ratnawati, D. I., & Insiyah. (2017). Pengaruh Senam Kaki Terhadap Penurunan Resiko Neuropati Perifer Dengan Skor Diabetic Nueropathy Examination Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sibela Kota Surakarta. Jurnal Keperawatan Global, 62-111.

Rosyida, K. (t.thn.). Gambaran neuropati perifer pada diabetisi di wilayah kerja puskesmas kedungmundu semarang.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2013). Buku Ajar Medikal Bedah (8th ed.). Jakarta: EGC.

Soegondo, S., Soewondo, P., & Subekti, I. (2015). Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta: FKUI.

Suhertini, C., & Subandi. (2016). Senam Kaki Efektif Mengobati Neuropati Diabetik Pada Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Kesehatan, 480-487.

Wijaya, A. S., & Putri, Y. M. (2013). KMB 2 Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta: Nuha Medika.

Published
2018-10-31
Section
ORIGINAL ARTICLE